Manual Knowledge Base

Menambah Sistem Keamanan Website WordPress Anda

Qwords.com Manual Knowledge Base September 29, 2011


image_pdf

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, website yang menggunakan CMS instant seperti WordPress rentan terhadap hacking, malware, dan aktivitas cybercrime lainnya. Untuk itu, butuh pengamanan ekstra terhadap WordPress anda.

Berikut beberapa langkah untuk menambah sistem keamanan (security) WordPress :

1. Tidak Menggunakan Username “admin”.

Karena username “tertinggi” tersebut yang sebetulnya menjadi makanan empuk bagi para hacker. Ada baiknya menggunakan username dengan mengkombinasikan antara huruf dan angka. Misal : “u53r6w”. Terkesan 4L4Y bukan? Namun terkadang kita harus bersikap lebih bervariasi daripada para hacker.

2. Mengupdate ke Versi Terbaru.

Selalu mempunyai website yang terupdate, merupakan langkah bijak bagi para pengguna WordPress. Hal ini untuk menutup celah-celah (hole) yang dapat dimasuki oleh para hacker. Informasi update-an baru biasanya akan tersedia di website utama WordPress [http://wordpress.com/] atau halaman depan administrator (wp-admin).

3. Hapus File “readme.html”.

File “readme.html” berisi versi WordPress anda. Hapus saja file tersebut sesaat setelah anda melakukan upgrade WordPress.

4. Hapus File “install.php”.

File “wp-admin/install.php” hanya dipakai saat menginstall WordPress saja. Sudah tidak diperlukan lagi bila WordPress sudah berjalan. So, hapus juga file tersebut dari sistem WordPress.

5. HAPUS! Dan Jangan Menggunakan Theme Default WordPress

Belakangan terdapat isu bahwa banyaknya hacker yang menyerang website WordPress, masuk melalui theme Default yang diberikan WordPress yaitu “Twenty Ten”, “Twenty Eleven”, dan “Classic”. Ada baiknya kita tidak mempergunakan theme tersebut, dan dihapus saja. Karena tanpa dipergunakan pun, hacker masih bisa menyerang lewat sana.

6. Gunakan Password Yang Kuat.

Sekali lagi kita harus belajar menjadi manusia yang 4L4Y. Namun hal ini dapat membantu kita jika kekuatan password yang kita miliki maksimal. Bisa juga menggunakan http://strongpasswordgenerator.com/ untuk mendapatkan password yang kuat.

7. Lindungi File “wp-config.php”.

Kita harus membuat file ini tidak bisa diakses oleh siapapun juga. Mudah saja, tinggal masukkan kode ini di file “.htaccess” anda :

Menambah Sistem Keamanan Website WordPress Anda

8. Blokir Folder “wp-xxxxxx”.

Kita tidak ingin folder-folder dalam system WordPress dijelajahi oleh siapapun. Jadi, masukkan kode ini di file “robot.txt” :

Menambah Sistem Keamanan Website WordPress Anda

9. Hilangkan Versi WordPress.

Masukkan kode ini di file “functions.php” pada themes anda :

Menambah Sistem Keamanan Website WordPress Anda

10. Ubah Table “Prefix”.

Cara ini cukup efektif, tapi memang agak susah terutama bila website sudah berjalan. Caranya adalah dengan membackup terlebihdahulu database anda. Dengan bantuan Notepad, lakukan “find and replace” dengan merubah setiap awalan “wp_” menjadi prefix lain misalnya “newp_”.

Setelah selesai, import SQL-nya ke phpmyadmin sehingga disana akan ada 2 macam tabel. Yaitu tabel dengan awalan “wp_” dan “newp_”.

Jika proses pengubahan selesai, kini tinggal mengganti table prefix yang ada di “wp-config.php”. Cari kode berikut :

Menambah Sistem Keamanan Website WordPress Anda

Lalu ganti dengan table prefix “newp_”, maka kodenya menjadi seperti ini :

Menambah Sistem Keamanan Website WordPress Anda

11. Sesuaikan CHMOD Permission.

Pastikan CHMOD permission pada file dan folder website anda telah sesuai dengan yang disarankan. biasanya permission untuk folder : 755, dan untuk file : 644 [https://kb.qwords.com/mengganti-chmod-permission/]

12. Backup Secara Berkala.

Ada baiknya kita mempunyai backup secara berkala. Untuk akun hosting yang menggunakan cPanel, dapat membuat file backup melalui fitur backup yang disediakan oleh cPanel (cPanel->Backups). File backup biasanya berekstensikan .tar.gz, dapat diamankan / disimpan dengan mendownload file tersebut ke komputer pribadi anda. Sehingga jika sewaktu-waktu website anda terkena hack, anda dapat mengupload kembali file backup tersebut, kemudian me-request kepada pihak teknis untuk merestore file backup anda melalui Support Ticket [https://kb.qwords.com/bikin-support-ticket-yuk/].

———————————————————————————————————————————————————

Langkah-langkah di atas tidak menjamin website WordPress anda aman 100% dari hacker. Untuk lebih menyulitkan para hacker untuk masuk ke website anda, kami sarankan juga menggunakan password yang kuat pada cPanel hosting. Usahaka password pada cPanel dan wp-admin anda menggunakan password yang berbeda.

Semoga tutorial ini dapat membantu anda yang ingin selalu menjaga website tetap aman.

Jika ada pertanyaan, silakan menghubungi tim support kami melalui Tombol Buka Tiket dibawah ini:

Buka Tiket

Leave a Comment